Skip to main content

Posts

Showing posts with the label sharing

Morning rush setengah hati

Kapan Anda merasa "rush" alias merasa terburu-buru, bekerja super cepat dan serasa dibawah tekanan? Mungkin ada yang menjawab ketika berangkat kerja lalu terkena macet parah. Mungkin ada juga mengalami "rush" ketika diajak ketemu ama calon mertua. Kalau saya sih, ada dua periode. Yang pertama ya pas pagi hari, sejak mata melek sampai berangkat kerja. Sejak punya baby bernama Khalila Aulia Qurrota'ayun, tidur dah gak pernah nyenyak lagi. Apalagi kalau bukan karena bayi lucu nan menggemaskan ini minta susu tiap dua jam sekali. Yap...tiap dua jam sekali dia selalu nangis minta susu. Dulu malah ditambahi ngompol ama pup. Sekarang udah pake popok, plus popok kain (clodi) yang bikin hemat. Rasanya lelaaaaah banget. Belum lagi, melek Ayun sekarang sebelum Subuh ada ritualnya yaitu pup. Daaan mungkin betah-betahnya di kamar cuma setengah jam. Abis itu, nendang-nendang minta digendong keluar kamar. Dia bosan. Dan ia tahu apa itu pintu keluar. Tiap kali mel...

Ayam Taliwang Bersaudara jadi buah bibir di Singapura di ajang World Street Food Congress 2015

Siapa yang tak kenal dengan kuliner Ayam Taliwang Bersaudara? Makanan khas masyarakat Sasak,Lombok, NTB, ini berhasil mengharumkan nama Indonesia dalam ajang World Street Food Congress (WSFC) 2015 di Singapura. Saat ini, anak-anak generasi kedua Ayam Taliwang Bersaudara mulai terjun langsung mengelola brand kuliner ini. Salah satunya Vivi, yang mengaku ikut berjibaku dalam WSFC 2015. Keikutsertaan yang dibantu Bango itu juga mengajak Soto Ambengan Pak Sadi dan Gudeg Yu Nap, Surabaya, serta Kupat Tahu Gempol, Bandung. Perempuan cantik ini mengaku terkejut saat mengetahui bila kuliner yang diciptakan keluarganya mendapat apresiasi tinggi. Bahkan, ia tak menyangka resep asli bisa disajikan dan diterima penikmat kuliner internasional. “Biasanya kan kalau kita bawa menu ke luar negeri harus menyesuaikan rasa dengan standar internasional.Nah ini nggak. Kita bahkan diminta untuk menyajikan resep aslinya,” ujarnya saat ditemui di Festival Jajanan Bango 2015 di Grand City Mall, Minggu (31...

Menyusui Itu...

Setelah 42 minggu, alhamdulilah putri pertamaku lahir tanggal 22 September 2014 di RS BDH Surabaya. Persalinan menggunakan cara caesar karena air ketubanku sudah berkurang dan keruh. lagipula, ukurannya lumayan besar yaitu 3,6 kilogram. Rasanya legaaaaaaaaa bingits karena anakku akhirnya bisa lahir demgan selamat. Selama beberapa minggu jelang persalinan, gelisah menghampiri. Bisa lahir atau tidak, bisa melewati persalinan atau tidak, normal atau caesar. Ah....tapi itu semua sudah lewat. Anakku akhirnya lahir *wink wink wink* Tapi kelegaan sesaat saja. Kwkwkwk.... RS BDH memiliki program rawat bersama yaitu ibu dan anak dirawat di ruang yang sama dan yang merawat bukan suster melainkan ibu sendiri. Parahnya, aku nggak tahu!!!! Jadi sehari setelah melahirkan, bayinya diletakkan di kamarku dan perawatannya diserahkan padaku dan suami. Yang ini bikin keki setengah mati, suster/bidan gak ada yang mengajari aku gimana untuk menyusui. Mampus!! Kalo dari literatur yg aku baca, disu...

Saya dan Sinetron Catatan Hati Seorang Istri

Awal tulisan, saya mengaku terpicu kontempelasi mbak Nurul Rahmawati di blog pribadinya. Mungkin sedikit berbeda dengan mbak Nurul, saya punya pengalaman yang berbeda dengan mbak Nurul yang sedikit banyak menyelipkan dakwah dalam tulisannya. Saya belum berani. Hehehe. Sinetron Catatan Hati Seorang Istri (CHSI) dibuat berdasarkan novel Asma Nadia dengan judul yang sama, sedangkan untuk skenarionya ditulis Hilman Hariwijaya. Pemainnya adalah Dewi Sandra, Dewi Sandra, Ashraff Sinclair, Baim Wong, dan lain-lain. CHSI saya jadikan tontonan akhir-akhir ini, selain kisahnya yang down to earth, juga udah bosen banget ama sajian yang diberitakan oleh TVOne dan MetroTV (yang sekarang lagi ramai digeruduk salah satu pendukung capres). Singkat cerita sinetron ini mengisahkan kesabaran super duper Hanna (diperankan Dewi Sandra) menghadapi perselingkuhan suaminya, Bramantyo (Ashraff Sinclair) dengan Karin (Cut Meyriska). Saya bilang super duper sabar karena perselingkuhan suaminya harusnya t...

Anehnya Jadi Ibu

Haloooo.... Mama menulis ini sedang asyik duduk, numpang ngadem di kantor lawas mama yaitu beritajatim.com. Dan waktu menulis ini, kamu masih di kandungan Mama berusia 13 minggu. Kakak - Mama memanggilmu kakak karena pengen punya adik - tau nggak gimana perasaan Mama sekarang? Hiihihihi...ibumu ini merasa menjadi orang paling aneh sedunia. Bukannya Mama tidak suka ada kamu, Kak. Tapi perasaan ini sering muncul dalam benak Mama tiap kali bercermin melihat diri sendiri dengan perut yang makin besar. "Bisa-bisanya ada sebuah janin, yang berkembang jadi bayi, lalu akan aku lahirkan ke dunia." Entah bagaimana rasanya melahirkan Kak...nanti Mama tuliskan rasanya jika kamu udah lahir di dunia. Back to the topic. Tiap kali lihat diri sendiri di cermin lalu mengelus-elus perut Mama, kadang membuat bibir Mama tersenyum sendiri. Lalu muncul kalimat lain, "Kok bisa ya aku hamil." Kakak tau tidak, Mama itu orangnya tomboi, teman-temannya banyak yang lelaki sampai-sampa...

Satu tahun itu...

Satu tahun itu singkat banget Tapi tidak sesingkat ketika menjalaninya Tidak semudah ketika membayangkannya Apalagi cuma dibicarakan dalam arena gosip Satu tahun itu tidak terasa Tapi momennya begitu banyak dan berwarna Terus belajar menjalani hidup berdua Bertahan dari segala serbuan rumah tangga Satu tahun itu masih begitu lemah Ibarat bayi, dia masih baru belajar berjalan Kadang jatuh, tapi tidak putus asa untuk tetap berjuang Dituntun lalu berdiri mandiri Satu tahun itu rasanya tetap luar biasa Fondasi untuk bisa menjalani kehidupan rumah tangga di tahun-tahun yang akan datang Hanya bisa berjuang sembari berdoa Semoga Tuhan mengabulkan impian kita untuk tetap bersama hingga akhir hayat Amin 31/3/2014

Surat buat Jokowi

Dear Jokowi, Maaf kalau saya begitu lancang menyapa panjenengan dengan sebutan “dear”. Itu bukan karena saya mencintai panjenengan, tapi juga tidak bermaksud untuk mencela apalagi menghina seperti politikus saingan panjenengan. Saya hanya peduli sama panjenengan. Surat ini untuk memberi semangat pada panjenengan, bahwa saya sangat tersentuh dengan gaya kepemimpinan yang ditunjukkan selama ini. Karakter yang tetap panjenengan pertahankan sejak memimpin Solo selama dua periode – meski periode yang terakhir ‘terpaksa’ diserahkan ke FX Hadi Rudyatmo karena desakan partai. Saya tidak mau mengingat-ingat masa yang sudah lampau itu. Saya sudah mahfum dan bagi sebagian besar masyarakat kita mungkin juga tidak mau mempermasalahkannya lagi. Saya menulis surat ini karena saya terharu, panjenengan tetap blusukan ke kampung-kampung meski sekarang banjir bandang – sesuatu yang tidak pernah ditemui warga Jakarta sebelumnya. Tidur pun tetap beberapa jam. Dialog dan diskusi dengan warga. Turun...

"Teroris Kapan Nikah

Aku kaget juga. Ibu mendadak masuk ke kamar dan bercerita tentang pernikahan. Di akhir obrolan, beliau bertanya, “Sudah waktunya kamu memiliki pendamping hidup.” Waktu terasa lama bergulir saat aku menyerap kalimat itu. Dan jawaban yang aku berikan juga tidak memuaskan ibu. "Iya, nanti aku menikah ,” kataku dengan detak jantung berdegup terkejut. panic bottom(google) Wajahnya masih pucat kelelahan, tapi sudut bibirnya membentuk tawa yang tertahankan. Aku juga tak bisa menahan tawa mendengar cerita perempuan itu. Bilang saja namanya Dea, berusia 29 tahun, perempuan dengan segudang cita-cita dan punya kemauan keras.   Isu “kapan menikah” sudah melandanya beberapa tahun terakhir. Ini semacam jadi serangan bertubi-tubi yang harus dia tangkis dengan tangkas. Antara sebal ditanyain tentang kapan menikah, sekaligus menjaga hati si "teroris kapan nikah". Sebenarnya bisa saja Dea memperoleh jodoh yang dia inginkan. Namun ada syarat yang sudah terceta...

Kondom...Pada Suatu Ketika

 Halooooo......sedang apakah malam ini? Atau apakah sedang beristirahat setelah aktivitas melelahkan malam ini? Yeah...saya juga. Sampai berpeluh-peluh. Maklum, barusan selesai ngepel dan gosok lantai kamar mandi. Aktivitas lumayan melelahkan sembari menunggu suami pulang. Hehehehe Trus ngapain malam-malam update blog? Eng ing eng....tidak lain dan tidak bukan adalah sekarang malam jumat. Bagi kebanyakan muslim --- terutama suami istri --- adalah malam keramat. Yeaaah...googling aja referensi soal ini. Tidak lain dan tidak bukan, mendadak saya ingat tentang peristiwa beberapa tahun silam. Ketika baru lulus kuliah dan haqqul yaqin jadi wartawan Suara Indonesia. Suatu ketika, saya ditugaskan meliput kegiatan Komisi Penanggulangan AIDS yang baru terbentuk. Ketuanya adalah Nafsiah Mboi -- sekarang jadi Menkes, bersosialisasi tentang kondom untuk cegah AIDS di Shangri La Hotel. Tidak dinyana, ternyata suvernir kegiatan itu adalah sebuah tas dengan berbagai macam bung...

Mesra Sampe Tua

Kalau yang lain memilih 'Menjadi Keluarga Sakinah Mawaddah wa Rahmah' maka kami memilih tagline 'Mesra Sampe Tua' dalam membangun keluarga kecil kami. Hal yang simple kenapa kami memilih hal ini. Tentu saja, kami ingin kami berdua tetap mesra hingga mati memisahkan.  Banyak yang melatari kenapa kami menginginkan hal tersebut. Saya, seorang perempuan yang awalnya adalah anak perempuan yang sangat bahagia dengan kedua orang tuanya mendadak dikejutkan dengan sebuah kenyataan kalau orang tua ternyata tidak bahagia. Teguh, meski tidak sampai broken home, juga mengalami hal yang mirip. Mesra sampai maut memisahkan kami, adalah salah satu cara kami. Oh tidak.  Kami bukan dibutakan oleh cinta atau asmara seperti yang di sinetron-sinetron atau dongeng-dongeng. Juga tidak mengharapkan sebuah keluarga sempurna. Tidak. Tidak ada yang sempurna di dunia ini. Kami cuma sepasang kekasih yang jatuh cinta dan menginginkan hidup bahagia. Terserah untuk setuju atau tidak setuju.  ...

Big Girls don't Cry?

Setelah menikah, tentu semua orang kebanyakan ingin punya anak entah lelaki atau perempuan. Terserah, yang penting sehat. Dan harapan itu ada di benakku. Sebagai perempuan normal dan sehat, aku mengira kalau aku akan bisa hamil dan melaluinya dengan baik. Kabar baik itu datang dengan tidak sengaja ketika nenekku dari jalur ibu meninggal dunia setelah dirawat satu bulan di rumah. Kuakui, kala itu sudah curiga dengan diri sendiri yang sudah satu bulan lebih tidak datang bulan. Tapi di sisi lain, aku akui takut untuk berharap kalau aku sedang mengandung karena di bulan-bulan sebelumnya ternyata cuma masuk angin.  Tatkala nenek meninggal dunia, aku adalah orang yang paling sibuk saat itu. Ambil bantal, ambil selimut, ambil minyak kayu putih, bikin teh anget dan lain sebagainya. Menjelang ujung pemandian jenazah, aku merasa ada yang basah. Aku mengira jika akhirnya datang bulan dan kusampaikan pada suamiku. Dia bilang, "Alhamdulillah". Tapi besok paginya, saat aku cek t...

Yes....I do

Awalnya tidak pernah menyangka bakal ketemu kamu, Bertemu tiada sengaja, tidak pernah mempersiapkan diri untuk membuatmu terpesona Tidak pernah sengaja memandangmu untuk terlihat sempurna Awalnya tidak pernah mengira bakal jatuh cinta padamu, Tidak mau percaya bahwa ada cinta yang begitu utuh untukku Tidak pernah menyangka bahwa engkau hadir tanpa meminta syarat padaku Kau buatku mau percaya kau tidak akan membuatku kecewa Kau buatku mau mencinta dirimu apa adanya Kau buatku mau berkoban apapun demi dirimu Ya...dan aku pasti cinta padamu Tidak menduga kalau aku bakal mau menikah denganmu Bismillah....Yes I do. Semoga lancar.Amin.

Ibu

“Assalamualaikum Ta…udah di kos?”, kata Ibu di seberang telepon. “Sudah, barusan datang,” kataku sembari merebahkan tubuh di atas kasur. “Trus…kapan pindah balik ke rumah,” kata beliau. “Iya…sedang beberes ini. Masih harus nyari kardus yang lebih besar lagi,” ucapku sedikit enggan. Lalu obrolan selanjutnya mulai mengalir. Mulai dari pekerjaanku, mantanku, sampe marah-marah karena aku yang selalu susah makan tepat waktu.   *** Ibu bukan sekedar pertanyaan, tapi desakan yang cenderung untuk memerintah. Ibu tahu, kalau terlalu keras memaksa, aku akan makin keras menolak. Secara pelan namun pasti, Ibu meminta untuk kembali ke rumah. Awalnya, berat karena tentu ada pertanyaan apa yang harus dikerjakan? Apa yang harus dilakukan kalau kembali ke rumah? Apa tidak membebani orang tua? Bagaimana pekerjaan yang sekarang?   Banyak ketakutan. Banyak keresahan. Sedih dan kecewa meninggalkan pekerjaan lama memang sempat menggelayut hati. Tapi mengabaika...