Skip to main content

Posts

Showing posts with the label joko widodo

Pilih Bekerja atau Ibu Rumah Tangga?

Sebuah pilihan berat akhirnya aku ambil keputusan berat : RESIGN!!! Pilihan dibuat dengan tangis dan derai air mata di sebuah warung kopi di kawasan Surabaya Barat. Dengan tersedu-sedu, lelah dengan tekanan pekerjaan, kuliah dan tangisan anak-anak, aku mantapkan hati untuk berhenti jadi jurnalis. Pekerjaan impian yang selalu aku banggakan. Dengan segala daya upaya, aku meraih pekerjaan tersebut, dengan tangisan, menahan sedu, menahan lelah dan menekan segala keinginan, aku sukses menjalani profesi wartawan selama 15 tahun terakhir.   Apa prestasiku? Hmmm...memang tidak banyak piala atau sertifikat yang bisa aku dapatkan. Tapi di profesi ini, setidaknya aku puas bisa menyampaikan kepedihan, kesedihan dan ketidakberdayaan masyarakat dalam menghadapi kehidupannya yang semakin ditekan oleh keadaan. Pun pemerintah juga seolah tidak pernah ada di dalam kehidupan masyarakatnya. Guyonannya, ada atau tidak ada pemerintah, toh rakyat Indonesia bisa tetap makan, hidup dan mandiri. D...

Surat buat Jokowi

Dear Jokowi, Maaf kalau saya begitu lancang menyapa panjenengan dengan sebutan “dear”. Itu bukan karena saya mencintai panjenengan, tapi juga tidak bermaksud untuk mencela apalagi menghina seperti politikus saingan panjenengan. Saya hanya peduli sama panjenengan. Surat ini untuk memberi semangat pada panjenengan, bahwa saya sangat tersentuh dengan gaya kepemimpinan yang ditunjukkan selama ini. Karakter yang tetap panjenengan pertahankan sejak memimpin Solo selama dua periode – meski periode yang terakhir ‘terpaksa’ diserahkan ke FX Hadi Rudyatmo karena desakan partai. Saya tidak mau mengingat-ingat masa yang sudah lampau itu. Saya sudah mahfum dan bagi sebagian besar masyarakat kita mungkin juga tidak mau mempermasalahkannya lagi. Saya menulis surat ini karena saya terharu, panjenengan tetap blusukan ke kampung-kampung meski sekarang banjir bandang – sesuatu yang tidak pernah ditemui warga Jakarta sebelumnya. Tidur pun tetap beberapa jam. Dialog dan diskusi dengan warga. Turun...