Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Jalan-jalan

Yuuuk bukber di Al Bazaar Hotel Harris Gubeng

Haaaaaaaaiiii....lama bingiiit gak apdet nih blog. So sori yes. Soalnya nih agak rempong, ribet dan saya terlalu lelah. Mungkin perlu piknik yang jaaaaauuuuhhhh biar gak jemuuuuuuuuuuu menunggu seorang kekasih. *nah kan gagal fokus Nah kebetulan nih ya dapat invitation dari Hotel Harris Gubeng Surabaya yang lagi bikin even Al Bazaar yang digelar di Harris Cafe di lantai lima hotel itu. Eh betewe nih hotel berada di kawasan Gubeng dan berdampingan dengan Hotel Pop. Jadi jangan salah masuk yes? Aku sih gak salah masuk, cuma sempet bingung naik lift dari parkiran motor kok masuk ke parkiran mobil. Kan aku belum punya mobil...sempet baper eh ternyata cuma ga liat belokan masuk ke lobi. Qiqiqiiqiqiqi... Nah di Harris Cafe ini seru banget suasananya. Di indoor cafenya bisa lihat pemandangan kota Surabaya yang jauuuh jauuuh sekale. Trus di sisi lain, ternyataaah cafe ini berada di areal kolam renang. Isshh adeeem deh rasanya. Taaaapiii lebih adem lagi pas lihat makanannya di Al Baza...

Mie Akhirat, sensasi pedas di mulut aman di perut

Apa saja makanan dan minuman yang disajikan ketika kita berada di akhirat terutama di Surga? Meski disebutkan dalam kitab-kitab maupun hadis, tetap saja tak bisa mendeskripsikan makanan yang akan disajikan bila kita berada di Surga nanti. Tapi kalau soal Mie Akherat yang di Jalan Citarum nomor 2 Surabaya, tepatnya sederet ama Masjid Al Falah, dekatnya Kebon Binatang Surabaya (KBS) dan dekat Taman Bungkul, saya tahu sedikit. Meski tak berada di jalan utama, toh pembeli yang datang tak kunjung berhenti terutama anak-anak muda yang gahol itu. Iseng-iseng sebenarnya datang kesana, mengingat kesohorannya. Restoran atau mungkin lebih asyik disebut tempat nongkrong itu berada di sebuah rumah dengan halaman cukup luas. Kursi-kursi ditata sedemikian rupa sehingga saya prediksi mampu menampung sekitar 200 orang sekali makan. Tidak ada dekorasi yang menarik, selain logo Mie Akherat yang dipasang di atas pagarnya. Ada dekorasi semacam stiker dinding. Sayangnya, itu digarap dengan tidak sep...

Ayam Taliwang Bersaudara jadi buah bibir di Singapura di ajang World Street Food Congress 2015

Siapa yang tak kenal dengan kuliner Ayam Taliwang Bersaudara? Makanan khas masyarakat Sasak,Lombok, NTB, ini berhasil mengharumkan nama Indonesia dalam ajang World Street Food Congress (WSFC) 2015 di Singapura. Saat ini, anak-anak generasi kedua Ayam Taliwang Bersaudara mulai terjun langsung mengelola brand kuliner ini. Salah satunya Vivi, yang mengaku ikut berjibaku dalam WSFC 2015. Keikutsertaan yang dibantu Bango itu juga mengajak Soto Ambengan Pak Sadi dan Gudeg Yu Nap, Surabaya, serta Kupat Tahu Gempol, Bandung. Perempuan cantik ini mengaku terkejut saat mengetahui bila kuliner yang diciptakan keluarganya mendapat apresiasi tinggi. Bahkan, ia tak menyangka resep asli bisa disajikan dan diterima penikmat kuliner internasional. “Biasanya kan kalau kita bawa menu ke luar negeri harus menyesuaikan rasa dengan standar internasional.Nah ini nggak. Kita bahkan diminta untuk menyajikan resep aslinya,” ujarnya saat ditemui di Festival Jajanan Bango 2015 di Grand City Mall, Minggu (31...

Pisang Kremes Yoghurt

Hotel Santika Pandegiling, Surabaya punya menu lezat yang bisa dicoba. Berikut resepnya. Silakan diintip Pisang Kremes Yoghurt BAHAN Pisang Saba 10 sisir Tepung kanji 100 gr Tepung beras 200 gr Kuning telur 2 butir Yogourt sauce Yogourt 100 gr Madu 10 gr Susu kental manis 10 gr Cara Membuat 1. Potong pisang berbentuk kipas 2. Campur tepung dan telur aduk rata 3. Goreng dalam minyak panas sisihkan 4. Buat sauce yogourt kemudian siram diatas pisang yg sudah digoreng tadi 5. Hidangkan selagi panas Wedang Jahe Pisang BAHAN Kolang kaling 10 gr Setup Pisang Sagu mutiara 25 gr Roti tawar (potong kotak-kotak) 2 lembar Kacang tanah (disangra...

Klinong-klinong Suroboyo

Pada medio akhir 2013, tepatnya pada September lalu, saya dan suami menyempatkan diri untuk mengikuti kegiatan “Klinong-klinong nang Suroboyo” yang digelar oleh House of Sampoerna. Kelamaan? Hahahaha…maaf sebelumnya kalau baru diposting sekarang. Setelah di-googling saya ingat kembali kalau temanya adalah “Wijkenstelsel Statsblaad”, sebuah program yang mengajak trackers mengenal sejarah pembagian wilayah di Surabaya Utara yang diterapkan pemerintah Belanda sejak tahun 1843 hingga kemerdekaan. Rute yang akan di lalui adalah Rute rute dimana bangunan bersejarah di kota Surabaya, seperti HoS – Jalan Rajawali – Jembatan Merah – Jalan Mas Mansyur – Jalan Kalimas Barat dan berakhir HoS kembali. Berjuang keras agar tidak terlambat datang ke kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB itu, akhirnya sampai juga di HoS. Dan setelah registrasi-registrasian a.k.a nulis daftar tamu, si empunya kegiatan ngasih sambutan bla-bla-bla and bla…. Ada dua bule yang ikutan acara ini. Kebetulan keduanya adal...

Ayo Jalan-jalan

Siapa yang gak mau berwisata? Errr…kayaknya gak bakal ada yang menolak deh kalau diajak jalan-jalan, abis itu gratis pula. Hahhaha….modus nyari gretongan nich. Sayangnya, kebanyakan kita berpikir bahwa yang namanya jalan-jalan a.k.a wisata a.k.a travelling (bahasa Inggris) itu harus ke tempat wisata atau ke luar negeri. Oh nooo…….hal semacam itu tidak selamanya benar. Bahwa ke tempat wisata, adalah salah satu model yang lazim kita lakukan. Tapi bukan berarti kita menutup kemungkinan jalan-jalan model lain.  Wisata alternatif adalah : 1. wisata kuliner 2. wisata religi 3. wisata minat khusus Jalan-jalan bareng House of Sampoerna WISATA KULINER Tentu dong kalau kalian semua pasti tahu apa nih maknanya wisata model ginian. Intinya adalah: makan-makaaaaaaaaaaan yang enak. Hahahhaahah. Pilihannya tentu saja mendatangi tempat-tempat penjual makanan. Terserah deh pilihan yang mana, bisa yang paling laris – paling terkenal – paling enak di daerah ter...

Hebohnya Ngulek Rujak Uleg

Festival Rujak Uleg kembali digelar ketujuh kalinya untuk memperingati   perayaan HUT Kota Surabaya ke-720. Festival ini diikuti lebih dari 1.225 orang dan memadati kawasan Kya-kya di Jalan Kembang Jepun, Minggu (12/5).  Peserta festival sendiri sangat menarik perhatian dengan aneka kostum. Ada yang menjadi raksasa, putri raja bahkan ada yang menggunakan pakaian bola lengkap dengan aksesoris bola-bola di kepala.  Totalitas peserta  nguleg bersama dengan berbagai kostum dan gaya membuat festival ini heboh cetar membahana tiada terkira. Ekspatriat butuh tenaga ekstra <i>nguleg</i> Festival rujak uleg tahun ini, ada 144 tamu kehormatan yang ikut jadi peserta. Ratusan tamu kehormatan diantaranya, Konsulat Jenderal Amerika Serikat maupun pelajar asing yang sedang melakukan pertukaran pelajar.  Katarina, seorang mahasiswi asal Slovakia terlihat antusias saat mengolah bumbu rujak. "Sangat senang sekali bisa ikut dalam kegiatan seperti ini...

Tao Toba Nan Megah

Detik terasa lama berlalu ketika cahaya matahari yang malu-malu menyinari danau yang terbentuk akibat erupsi gunung berapi. Kabut masih menyelimuti Pulau Samosir yang memiliki 11 kecamatan dengan jumlah penduduk sekira 27 ribu. Kabut tebal juga terlihat di Parapat, yang berada di seberang Pulau Samosir. Suasana terasa sejuk karena Pulau Samosir berada pada 1000 meter di atas permukaan laut, seolah membawa kita ke dunia lain dan rela melupakan segala tumpukan pekerjaan. Hmm… Denyut kehidupan Kabupaten Samosir memang lebih lambat bila dibandingkan dengan roda ekonomi yang berputar di pusat ekonomi di Indonesia. Tapi, begitu menginjakkan kaki di pulau tersebut, turis seolah akan hanyut dan lupa akan waktu dengan ketenangan yang ditawarkan oleh Danau Toba dan Pulau Samosir di tengahnya.   Siapa yang menyangka keindahannya yang membius itu terbentuk dari sebuah peristiwa maha dahsyat puluhan ribu tahun lalu. Danau Toba adalah sebuah danau vulkanik dengan ukuran panjang 100 k...