Skip to main content

Posts

Showing posts with the label books

Sepuluh Langkah Menjemput Rezeki

 Banyak jalan yang bisa ditempuh untuk menjemput rezeki. Berikut sepuluh diantaranya.. 1. Taqwa “Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya,” (QS ath-Thalaq: 2-3). 2. Tawakal Nabi s.a.w. bersabda: “Seandainya kamu bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, nescaya kamu diberi rezeki seperti burung diberi rezeki, ia pagi hari lapar dan petang hari telah kenyang.” (Riwayat Ahmad, at-Tirmizi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, al-Hakim dari Umar bin al-Khattab r.a.) 3. Shalat Firman Allah dalam hadis qudsi: “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang (solat Dhuha), nanti pasti akan Aku cukupkan keperluanmu pada petang harinya." (Riwayat al-Hakim dan Thabrani) 4. Istighfar "Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirim-kan hujan kepadamu de...

Mengobati Penyakit dengan Spiritualitas

Judul Buku : Tuhan dalam Otak Manusia, Mewujudkan Kesehatan Spiritual Berdasarkan Neurosains Cetakan : I, Juli 2012 Tebal : 473 halaman Spiritualitas manusia kerap diabaikan tiap kali membahas kesehatan mengenai manusia. Padahal Undang-undang nomor 36/2009 tentang Kesehatan tegas menyebut definisi kesehatan adalah keadaan sehat baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Seorang dokter alumnus UIN Sunan Kalijaga, Dr. dr. Taufiq Pasiak M.Pd. M.Kes   Pengaruh spiritualitas terutama ritual tertentu sudah menjadi perhatian utama dan diteliti oleh para dokter maupun rohaniawan. Mayo Clinic di Amerika me- review 350 penelitian kesehatan fisik dan 850 penelitian kesehatan mental menemukan adanya pengaruh agama terhadap   pencegahan penyakit, coping terhadap penyakit dan terhadap recovery . Survei terhadap 1.732.562 pasien atau 33 persen dari semua rumah sakit di Amerika menunju...

Madre

*bip* Entah sejak kapan ini berubah jadi cinta. Tapi tiap kali namamu berkedip di layar monitorku, aku terlonjak gembira. Deretan kalimat di YM jadi denyut jantungku. Berdebar. Tersenyum. Bahagia. Namamu ibarat arummanis yang harum, lembut dan manis. Indah dengan warna pink yang mengais-ais langit. Aku tidak ingat kapan aku jatuh cinta padamu. Aku juga tidak tahu apa yang membuatmu begitu indah. Ada sesuatu yang menghubungkan kamu dan aku. Lamat-lamat kupandangi wajahmu, kuingati gerakmu. Sepoi-sepoi namamu membuatku terpeluk hangat. Kau ada. Kunanti. Tapi denyut itu tiba-tiba memerah, teremas kejamnya Jakarta....mimpi itu terkoyak oleh kefanaan. Mengiris langsung ke jantungku. Pekat polusi membangunkanku dari kolam kebahagiaan yang kukira ada. Aku melambung tapi sebenarnya goyah oleh gravitasi. Aku berlari kencang meski ternyata hanya ke dunia ilusi. Aku mencoba bertahan, tapi kamu makin menyiksa. Lagu cinta itu benar : kuingin menyerah tapi tak menyerah. Karena aku merasa kit...

Daun yang Jatuh tidak Pernah Membenci Angin

Judul di atas adalah sebuah novel karya Tere Liye, salah satu penulis favorit saya. pertama karena bukunya memang bagus. dan kedua, ceritanya selalu sederhana, seolah-olah itu adalah kisah kita sendiri. hehehe....itulah kehebatan seorang penulis. Secara singkat : kisah itu menceritakan seorang gadis cilik yang jatuh cinta pada malaikat penolongnya, seorang pemuda matang yang ringan tangan membantu orang lain. si pria itu, seorang penulis buku sekaligus seorang pendongeng yang cinta anak-anak. Cinta si gadis mulai tumbuh saat SMA, cemburu ketika si pria - yang menganggap dirinya kakak tertua bagi keluarga si gadis - menggandeng seorang perempuan cantik. Si gadis lalu mendapat beasiswa ke Singapura dan bermimpi menjadi gadis cantik yang berhasil. Di negeri Singa, dia mendapat kabar kalau pria itu sudah putus dengan kekasihnya. Dia makin terpacu untuk jadi gadis yang mempesona. Misinya tercapai, si pria sempat terpesona padanya dan memberinya seuntai kalung dengan liontin bertuliska...

Ibuku

Ibuku, wanita 56 tahun yang sudah pra menopause Wajah nyaris tak berkeriput, tubuh pun tak penuh lemak. Namun kaki sudah terseok melamban meski Ibuku tetap kuat ditinggal bapakku demi seorang lonte. Asu! Ibuku, sholat hanya bisa duduk Mencari makan dengan berdagang nasi. Bercahaya dengan mengaji. Ibuku tetap ceria bertemuku, selalu mengangkatku ke langit biru. Dan tetap kuat merawatku kala ku pilu. Ibuku tak butuh airmata buaya. Tak butuh dendam kesumat apalagi maaf yang lamat-lamat. Ibuku wanita kuat.

Delisa Cinta Ummi Karena Allah

... "Delisa...D-e-l-i-s-a cinta Ummi....Delisa c-i-n-t-a Ummi karena Allah!" Ia pelan sekali mengatakan itu. Kalah oleh desau angin pagi Lhok Nga yang menyelisik kisi-kisi kamar tengah. Tetapi suara itu bertenaga. Amat menggentarkan. Terdengar jelas di telinga kanan Ummi. Kalimat yang bisa meruntuhkan tembok hati. ... Itu adalah salah satu paragraf dalam bab buku "Hafalan Shalat Delisa" yang ditulis tere-liye. Bocah 6 tahun asal Lhok Nga, Aceh yang dikisahkan sebagai bocah korban bencana tsunami Aceh 2004 lalu. Kisahnya sederhana dengan bahasa seperti menulis di buku harian. (Well...setidaknya mirip seperti itulah kalo aku nulis di buku harian). Itu hanya kisah seorang keluarga bahagia, Ummi Salamah dengan empat anaknya Fatimah, si kembar Cut Zahra dan Cut Aisyah dan Delisa. AbiUsman adalah seorang pekerja di kapal tanker yang pulang tiap 3 bulan sekali. Secara garis besar, Delisa bocah 6 tahun tengah diajari hafalan sholat oleh Ummi-nya. Yang menarik, k...

Nyanyian Malaikat

Setelah menunggu sekian lama, hari ini akhirnya kau datang padaku Berwarnakan abu-abu tua dan bermotifkan warna merah tua Wajahmu terlihat letih saat itu namun kau penuh pengharapan Aku pun berkata padamu "Aku mengucapkan syukur pada Tuhan hari ini Karena telah berbaik hati padaku mempertemukan kita Tuhan pun mengizinkan aku untuk bertemu Binar mata yang menerangkan jiwa Senyum hangat yang menentramkan kegelisahan hatiku Aku mendengar para malaikat bernyanyi Menyenandungkan lagu merdu di telingaku Para bidadari pun mengajak aku berdendang Mendendangkan kisah pilu yang berakhir bahagia Bahkan ku berkata pada iblis Betapa bahagia kala ku bertemu denganmu Tak bisa kukatakan lebih daripada itu Tapi iblis bertanya rinduku yang luruh saat rintik hujan kala itu Kau tak peduli, aku tak peduli Tapi pedulikah kau pada diriku yang sudah menantimu," Dirimu tak berkata apapun Karena tahu aku sudah memilikimu 'Maryamah Karpov' Yesss!!!! Surabaya, 30 Nov...

Anna Karenina

”Keluarga bahagia mirip satu dengan lainnya, keluarga tak bahagia tidak bahagia dengan jalannya sendiri-sendiri” (Leo Tolstoi) Ini adalah kalimat pembuka dari novel laris sepanjang masa, Anna Karenina yang ditulis pujangga besar Lev (Leo) Nikolayevich Tolstoi yang hidup pada 1828-1910. Sebenarnya ini adalah novel lawas yang ditulis, diubah dan diperbaiki selama lima tahun pada 1873 hingga 1877. Sudah banyak orang yang meresensi buku ini dan memuja buku ini. Saking banyaknya yang suka akan buku ini, novel ini sudah disalin dan diterbitkan sebanyak 625 kali dalam 40 bahasa. Keterangan dari buku yang dicetak dua jilid ini menyebut hasil terjemahan berbeda dalam bahasa Inggris sudah dicetak 75 kali, Belanda 14 kali, Jerman 67 kali, Prancis dan Italia sebanyak 36 kali, Cina15 kali dan Arab 6 kali. Kalo di Indonesia, baru dua kali diterjemahkan (Alamaak...dikit amat!!) oleh Koesalah Soebagyo Toer dari novel aslinya yang berbahasa Rusia. Resensiku sih gak sebagus yang ditulis Profeso...

Akhirnya Harry Potter Menikah dengan Ginny

Akhirnya...setelah lama ditunggu-tunggu Buku Harry Potter ke-7 versi Indonesia terbit dan langsung dibeli penggemarnya, Minggu (13/1/2008) Dan akhirnya, saya tahu ending kisah petualangan penyihir cerdas karangan JK Rowling itu dalam bukunya Harry Potter and Deathly Hallows. Hahahaha... Ceritanya, kebangkitan Pangeran Kegelapan Lord Voldemort alias Tom Riddle sudah tidak bisa disembunyikan oleh Kementrian Sihir. Kepanikan pun dimana-mana termasuk siswa-siswa yang bersekolah di Sekolah Sihir Hogwarts. Masing-masing kubu yakni Voldemort maupun Harry Potter meningkatkan kekuatan jelang "bigmatch" antara mereka berdua. Banyak kisahnya, berbelit, seru dan menarik dan hingga akhirnya mereka berdua berduel. Tanpa bantuan Albus Dumbledore yang diceritakan sudah meninggal di buku sebelumnya, Harry melawan Voldemort. Ah....pertempurannya seru sekali, seolah-olah saya ikut-ikutan bertempur melawan Pangeran Kegelapan itu. Dalam pertempuran pertama, Harry sempat terkena kutukan...