Skip to main content

Posts

Showing posts with the label CHSI

Bersyukur untuk belajar memahami anak

Once again... Menjadi orang tua yang benar-benar ideal adalah perjuangan yang sangaaaatt luar biasa. Kesadaran ini mendadak muncul ketika seorang kawan memposting bagaimana anaknya, yang ketika awal di Jakarta ia punya kemampuan berbahasa Inggris lumayan. Ketika dibawa ke negara ayahnya di Chinese, ia dipaksa berbahasa Mandarin. Ia mengalami kebingungan bahasa (menurutku). Si ibu juga takut anaknya telat berbicara. Sang ibu, yang kawan saya itu, akhirnya memilih pulang ke Indonesia dan memasukkannya ke sekolah TK dengan bahasa pengantar Inggris. Awalnya si anak marah dan menolak mengikuti apa kata guru dan tak mau duduk di kursi. Pada pekan kedua, si ibu dengan tegas tak mau menunggui anaknya di kelas. Jadi dia menunggu di lobi sekolah dan memantau anaknya lewat CCTV. Dan tebak apa, si anak mendadak sangat patuh dan mengikuti kelas serta mau duduk. Dan ajaibnya, hal itu bisa membuat pasangan merasa paling bahagia di dunia. Kurang lebihnya seperti itu. Sebenarnya kemarin, M...

Saya dan Sinetron Catatan Hati Seorang Istri

Awal tulisan, saya mengaku terpicu kontempelasi mbak Nurul Rahmawati di blog pribadinya. Mungkin sedikit berbeda dengan mbak Nurul, saya punya pengalaman yang berbeda dengan mbak Nurul yang sedikit banyak menyelipkan dakwah dalam tulisannya. Saya belum berani. Hehehe. Sinetron Catatan Hati Seorang Istri (CHSI) dibuat berdasarkan novel Asma Nadia dengan judul yang sama, sedangkan untuk skenarionya ditulis Hilman Hariwijaya. Pemainnya adalah Dewi Sandra, Dewi Sandra, Ashraff Sinclair, Baim Wong, dan lain-lain. CHSI saya jadikan tontonan akhir-akhir ini, selain kisahnya yang down to earth, juga udah bosen banget ama sajian yang diberitakan oleh TVOne dan MetroTV (yang sekarang lagi ramai digeruduk salah satu pendukung capres). Singkat cerita sinetron ini mengisahkan kesabaran super duper Hanna (diperankan Dewi Sandra) menghadapi perselingkuhan suaminya, Bramantyo (Ashraff Sinclair) dengan Karin (Cut Meyriska). Saya bilang super duper sabar karena perselingkuhan suaminya harusnya t...