Skip to main content

Posts

Showing posts with the label facebook

Pilih Bekerja atau Ibu Rumah Tangga?

Sebuah pilihan berat akhirnya aku ambil keputusan berat : RESIGN!!! Pilihan dibuat dengan tangis dan derai air mata di sebuah warung kopi di kawasan Surabaya Barat. Dengan tersedu-sedu, lelah dengan tekanan pekerjaan, kuliah dan tangisan anak-anak, aku mantapkan hati untuk berhenti jadi jurnalis. Pekerjaan impian yang selalu aku banggakan. Dengan segala daya upaya, aku meraih pekerjaan tersebut, dengan tangisan, menahan sedu, menahan lelah dan menekan segala keinginan, aku sukses menjalani profesi wartawan selama 15 tahun terakhir.   Apa prestasiku? Hmmm...memang tidak banyak piala atau sertifikat yang bisa aku dapatkan. Tapi di profesi ini, setidaknya aku puas bisa menyampaikan kepedihan, kesedihan dan ketidakberdayaan masyarakat dalam menghadapi kehidupannya yang semakin ditekan oleh keadaan. Pun pemerintah juga seolah tidak pernah ada di dalam kehidupan masyarakatnya. Guyonannya, ada atau tidak ada pemerintah, toh rakyat Indonesia bisa tetap makan, hidup dan mandiri. D...

"Menumpangi" kesenangan Ayun

Ayun udah berfoto centil Melihat foto-foto dan video ini, sungguh kamu harus bersyukur Anakku, bisa merasakan kesenangan di masa kecil. Namun, kamu juga harus menyediakan ruang maaf seluas-luasnya bagi Mama-mu ini. Iya...Mama meminta maaf bila jadi "penumpang gelap" segala kesenanganmu, diam-diam menikmati secuil kebahagiaan masa kecilmu. Iya...dulu memang tak bisa Mama icipi semua kesenanganmu sekarang.  Maafkan Mama jika ikut berjingkrak naik ke permainanmu, "berkedok" menemani namun sebenarnya ingin bahagia sejenak. Ayun foto bareng Papa Mama ingin bercerita padamu. Dulu kalau ingin menikmati permainan roller coaster, kereta api-kereta apian, kursi gila, atau sekedar mainkan mesin yang berhadiah boneka pun tak bisa. Harus ke Taman Impian Jaya Ancol yang jauh sekali dan tiketnya mahal bagi kakek dan nenekmu. Pada akhirnya, semua permainan itu bisa Mama cicipi meski hanya kejauhan. Dulu, tiap ada pasar malam, Mama harus puas cuma menyaksikan komidi...

Kenalan bule di Facebook, malah disuruh jadi bandar narkoba

Sepak terjang Lita, janda beranak dua ini sungguh mengejutkan. Perempuan berusia 43 tahun itu mneyimpan sabu-sabu seberat 28 kilogram setara dengan Rp44,8 miliar. Lita diringkus Satreskrim Polres Jakarta Barat, yang berpura-pura ingin membeli sabu-sabu 5 kilogram. Saat ditangkap, ia mengaku masih menyimpan 23 kilogram di rumahnya di bagian bawah teko berwarna hitam. Baca juga: Ayam Taliwang Bersaudara jadi buah bibir di Singapura dan Nelangsa Dewi Septiani, pelapor beras plastik yang terancam dipidana Lita nekad jadi bandar sabu-sabu setelah dibujuk oleh kekasihnya, VT, seorang warga Nigeria yang berdomisili di Indonesia. Lita mengenalnya di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta dan saling bertukar nomor ponsel. Setelah itu, hubungan keduanya menjadi pasangan kekasih. VT pun akhirnya mengenalkan bisnis narkoba yang dilakoninya kepada Lita. Awalnya Lita menolak untuk terjun berkecimpung, namun akhirnya luluh karena terdesak kebutuhan ekonomi. Perempuan jadi bandar narkoba bu...