Skip to main content

Posts

Showing posts with the label komjen pol Budi Gunawan

Pilih Bekerja atau Ibu Rumah Tangga?

Sebuah pilihan berat akhirnya aku ambil keputusan berat : RESIGN!!! Pilihan dibuat dengan tangis dan derai air mata di sebuah warung kopi di kawasan Surabaya Barat. Dengan tersedu-sedu, lelah dengan tekanan pekerjaan, kuliah dan tangisan anak-anak, aku mantapkan hati untuk berhenti jadi jurnalis. Pekerjaan impian yang selalu aku banggakan. Dengan segala daya upaya, aku meraih pekerjaan tersebut, dengan tangisan, menahan sedu, menahan lelah dan menekan segala keinginan, aku sukses menjalani profesi wartawan selama 15 tahun terakhir.   Apa prestasiku? Hmmm...memang tidak banyak piala atau sertifikat yang bisa aku dapatkan. Tapi di profesi ini, setidaknya aku puas bisa menyampaikan kepedihan, kesedihan dan ketidakberdayaan masyarakat dalam menghadapi kehidupannya yang semakin ditekan oleh keadaan. Pun pemerintah juga seolah tidak pernah ada di dalam kehidupan masyarakatnya. Guyonannya, ada atau tidak ada pemerintah, toh rakyat Indonesia bisa tetap makan, hidup dan mandiri. D...

Menanti Jawaban "Blusukan" Politik Jokowi

Awal tahun 2015, masyarakat Indonesia tersedot perhatiannya pada pencalonan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon kapolri, pengganti Jenderal Sutarman. Betapa tidak, BG ditetapkan jadi tersangka sehari sebelum proses fit and proper test. Hampir satu bulan, polemik tersebut belum berakhir. Yang ada, masyarakat disuguhi oleh “blusukan” politik yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo. Sejak DPR RI menyetujui BG sebagai calon kapolri Kamis (15/1/2015) lalu, presiden menemui berbagai tokoh untuk “meminta” solusi. Presiden sudah membentuk Tim Independen atau Tim Sembilan yang dipimpin oleh Buya Syafi’i Maarif. Dalam pertemuan tersebut, sembilan orang ahli merekomendasikan untuk tak melantik Budi Gunawan. “Pencalonan Budi Gunawan bukan inisiatif dari presiden,” ungkap Syafi’i Maarif menjawab pertanyaan wartawan usai bertemu presiden, Rabu (28/1/2015). Esok harinya, presiden menemui mantan presiden BJ Habibie yang memberi “suntikan” semangat pada Jokowi. Ia menegaskan presiden bukanl...