Skip to main content

Posts

Kisah Vivi Aria-Eko Ardianivan Mengharap Buah Hati Lewat Bayi Tabung

Penantian panjang pasangan Vivi Aria Nursella-Eko Ardianivan Dewangga akan kehadiran buah hati berakhir sudah. Lewat teknologi bayi tabung, pasutri yang menikah selama lima tahun tengah menanti kelahiran jabang bayi. Ditemui usai kontrol di Klinik Morula IVF Surabaya, wajah Sella tampak sumringah. Begitu juga sang suami yang setia menemani. “Alhamdulillah sekarang usianya (kehamilan) tiga bulan,” kata Sella. Perempuan 24 tahun itu berkisah jika dirinya sudah tiga kali melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan. Ketiga dokter itu menyatakan pasangan ini baik-baik saja. “Saya nunggu tapi kok gak hamil-hamil. Akhirnya nekad ke klinik ini, waktu masih ada di Jalan Bogowonto, Surabaya,” jelasnya. Di klinik ini, dia ditangani salah satu dokter Ilustrasi (www.pixabay.com) Tadinya pasangan ini berniat melakukan inseminasi. Namun pemeriksaan dokter menunjukkan jika suaminya diketahui menderita teratozoospermia, suatu gangguan dimana bentuk dan ukuran sperma abnormal. Sehing...

Jokowi Digelari Jancuk, Ternyata Begini Makna Jancuk Sebenarnya

JATIMNET.COM , Surabaya - Calon Presiden (Capres) Joko Widodo atau Jokowi mendapat julukan baru di Kota Surabaya. Dalam acara Deklarasi dan Penyematan PIN Tim Blusukan Jatim #01 itu, capres inkumben tersebut mendapat julukan “Jokowi Jancuk ”. Sang pencetus, Djadi Galajapo yang dalam acara tersebut bertindak sebagai MC, menjelaskan tidak menampik banyak yang menilai ujaran “jancuk” sebagai  hal tidak baik. Tapi, “Bagi Arek Suroboyo itu tidak negatif,” kata komedian asal Surabaya itu, Sabtu 2 Februari 2019 kemarin. Benarkah “jancuk” adalah ujaran yang tidak baik?   Sejarawan Universitas Negeri Malang Dwi Cahyono menjelaskan, kata “jancuk” mulanya berkonotasi negatif. Ada beberapa varian pengucapannya, ada yang “jancuk”, “dancuk”, atau hanya “cuk” dan “cok”. Kata “cuk” secara harfiah berarti mematuk, memasukan sesuatu dengan paruh, memasukkan sesuatu ke lubang. “Memang di awal-awal zaman kolonial, kata ini lebih cenderung ke makna negatif yaitu disetubuhi...

Mulai 1 September, Uniqlo resmi buka dua gerai di Surabaya

Tunjungan Plasa dan Pakuwon Mal Editor : Nani Mashita - 30/08/2017 LENSAINDONESIA.COM : Uniqlo, perusahaan ritel asal Jepang resmi membuka dua gerainya di Surabaya. Yaitu di Tunjungan Plasa pada 1 September dan Pakuwon Mall pada 15 September. Taku Ozawa, Director & COO PT Fast Retailing Indonesia (Uniqlo) mengaku antusias dengan pembukaan dua gerai di Surabaya. Pasalnya, Surabaya akhirnya dijamah sejak retail ini ada di Indonesia sejak empat tahun lalu. “Kami sangat senang membuka toko kami yang pertama di Surabaya sejak empat tahun beroperasi di Indonesia dengan berbagai pertimbangan seperti kota terbesar kedua di Indonesia dan jadi pintu masuk dari kawasan Indonesia Timur. Sehingga kami bangga bisa membuka akses terutama mereka yang berasal dari Indonesia Timur,” katanya, Rabu (30/8/2017). Taku Ozawa, Director & COO PT Fast Retailing Indonesia (Uniqlo) saat visit store di Tunjungan Plasa. (LICOM/Nani Mashita) ...

Tim Robot UGM Sabet Dua Emas di Amerika

 Subjudul: Siasati Dana Minim dengan Daur Ulang   Tim Robot Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta menorehkan prestasi mentereng di ajang Robogames 2012 yang dihelat di San Mateo, Amerika Serikat. Mereka merebut dua medali emas dan satu medali perak dari tujuh kategori yang diikuti. Banyak pengalaman yang ditimba selama mengikuti kompetisi tahunan yang diikuti ribuan engineering dari berbagai Negara itu.   NANI MASHITA/radar jogja GEMILANG: Tim Robot Universitas Gadjah Mada Jogjakarta yang sukses merengkuh prestasi di Amerika Serikat, kemarin (26/4). NANI MASHITA, Jogja Noer Aziz Ismail mencoba menstabilkan robot yang memiliki dua roda di atas lantai tekel sembari menekan remote yang biasa digunakan untuk televisi. Tidak lama kemudian, robot itu mampu berjalan meski hanya menggunakan dua roda. "Robot ini menang dalam kategori isrobot stand balancing , robot keseimbangan dengan dua roda," katanya ditemui di Stana Parahi...

Jojo dan Jokowi

Perhelatan Asian Games 2018 akan segera berakhir. Ada beberapa momen yang saya tangkap selama perhelatan tersebut. 1. Presiden Jokowi naik motor Pembukaan Asian Games 2018 di Jakarta, tepatnya Gelora Bung Karno memang sensasional. Orang-orang menyebutnya meniru Olimpiade di Inggiris yang mana menurut saya berarti kualitasnya setingkat olimpiade. Yaaa maklum aja di belakangnya ada Wishnutama yang dikenal idenya yang fantastis. Salah satu ide yang fantastis ialah saat ceremony diawali dengan video Presiden Jokowi yang terjebak kemacetan, akhirnya naik motor dan berpakaian serba hitam. Dia melenggak-lenggok kanan kiri, sampai ngepot nungging tapi tetap mengutamakan penyeberang jalan. Ide yang benar-benar keren banget ya...out of the box meski itu banyak yang menyebut meniru Queen Elizabeth terjun dari helikopter. Anehnya..orang (cebong ama kampret termasuk orang gak sih?) malah meributkan adanya stuntman. Ya jelas aja lah pake stuntman, artis macam Tom Cruise aja pake stuntman...

Malati dan anak indigo

Apa hubungannya antara Malati dan anak indigo? Pada suatu ketika, saya bersama Ayun mengikuti lomba mewarnai dalam rangka  memeriahkan HUT RI yang ke-73. Acara itu dilaksanakan di salah satu ruangan di BG Junction, sebuah mal di Surabaya yang berada di kawasan Bubutan. Selain ada acara mewarnai, ada beberapa kegiatan pendukung seperti konsultasi psikologi, talkshow serta finger print untuk menilai karakter anak. Awalnya agak kurang mood karena peserta yang saya himpun jauh dari harapan. Tapi tak apalah, demi menyenangkan Ayun maka saya harus bergembira. Toh saya ketemu teman-teman saat di acara tersebut. Usai mewarnai, kami pun menunggu pengumuman lomba dilakukan. Ternyata diisi dengan talkshow yang sebenarnya sangat menarik. Diisi pembicara dari PAUDNI, yaitu Kak Iful, membahas tentang tsunami teknologi bagi perkembangan anak-anak kita. Apa itu tsunami teknologi? Itu adalah sebuah serangan teknologi pada anak-anak yang pada akhirnya bisa menggangu tumbuh kembang anak-anak ...

Capres PAS dan JOIN dalam kacamata mamah muda

Yuhuuu...hawa panas Pemilihan Presiden 2019 makin bikin gerah. Tak cuma buat dua paslon kita yaitu Pak Jokowi-KH Ma'ruf Amin serta Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, juga partai koalisi pengusung pasangan ini. Terutamaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.....para mamah muda kayak kita-kita ini. Lho kok bisa??? Ya bisa dong. 1. Pemilihan cawapres mirip kayak drakor Tahu drakor kan...itu loh drama korea yang sering menguras energi, air mata dan cucian kita ( loh ). Gimana gak menguras emosi kalau pemilihan cawapres ini ibarat drama yang berseri-seri ditungguin sejak tahun kemarin. Kapan nih Pak Jokowi milih cawapres? Kapan nih Pak Prabowo milih isteri...eh maksudnya cawapres juga. Dan rasa drama itu semakin dramatis setelah Pak Mahfud MD yang mantan Ketua MK itu gagal jadi cawapres Pak Jokowi. Padahal doi udah sempet bilang dirinya jadi cawapres itu udah panggilan sejarah. Udah pede 100 persen, ngurus surat sana-sini, udah siap-siap datang ke Plataran Menteng, mak bedunduk yang dipili...