Skip to main content

Posts

Apalah arti sebuah nama?

"What’s in a name? That which we call a rose by any other name would smell as sweet." (Apalah arti sebuah nama? Andaikata kamu memberikan nama lain untuk bunga mawar, ia tetap akan berbau wangi) Itu sepenggal gombalan William Shakespeare, yang masih membahana hingga saat ini. Apalagi buat yang tengah mabuk kepayang. Namun, saya menemukan banyak kejadian jika ternyata nama itu sangat penting. Tidak hanya dalam kepentingan pergaulan, tetapi juga dalam hal menentukan "kesan pertama". Seperti nama Felix Liauw, yang sepertinya tak henti mendapatkan bully dan caci maki dari para hatersnya. Tidak cuma mencerca isi dakwahnya, nama dan etnisnya pun tidak lupa dibawa-bawa untuk jadi bahan olok-olok. Masih ingat dengan Mie Bikini? Snack karya anak bangsa ini dihina sebagai bentuk penyebaran konten pornografi. Heloooowwwww??????!!!!? Snack produksi Darmawanti Oktavia alias Tiwi dari Bandung ini dipaksa ditarik dari peredaran. BPOM Bandung pun memusnahkan seluruh prod...

Berapa kadar kolesterol Anda?

Siapa yang punya berat badan berlebih? Ehmm ehmm gak jauh -jauh deh, dengan sadar diri saya akan mengacungkan tangan. Meski sudah BERNIAT dan melakukan aktivitas pengurangan makanan ya pada akhirnya saya akan menerima tubuh saya yang besar dan membesar ini. ( alasan gak sih??? ) Dan biasa dong kalo kita ketemu orang, suka ada yang usil nanyain hal-hal yang berbau-bau "BERAT" gitu kan? Saya sekarang gak terlalu musingin soal itu sih. Tapi lebih fokus pada kesehatan tubuh, terutama ancaman penyakit akibat obesitas. Kata orang sih penyakitnya kayak diabetes, serangan jantung, tekanan darah tinggi, dan kolesterol. Honestly, ibu saya ( yang berulang kali nyuruh ngurusin badan dan akhirnya nyerah ^-^ ) selalu mengingatkan pentingnya kesehatan. Bukan sekedar gak pernah sakit flu atau sakit maag ( ehem ...) tapi lebih dari itu. Ya itu tadi....waspada ama penyakit yang berhubungan ama orang besar. Ibu saya ini orangnya aware banget loh sama kesehatan, jam makan, dan istira...

"Menumpangi" kesenangan Ayun

Ayun udah berfoto centil Melihat foto-foto dan video ini, sungguh kamu harus bersyukur Anakku, bisa merasakan kesenangan di masa kecil. Namun, kamu juga harus menyediakan ruang maaf seluas-luasnya bagi Mama-mu ini. Iya...Mama meminta maaf bila jadi "penumpang gelap" segala kesenanganmu, diam-diam menikmati secuil kebahagiaan masa kecilmu. Iya...dulu memang tak bisa Mama icipi semua kesenanganmu sekarang.  Maafkan Mama jika ikut berjingkrak naik ke permainanmu, "berkedok" menemani namun sebenarnya ingin bahagia sejenak. Ayun foto bareng Papa Mama ingin bercerita padamu. Dulu kalau ingin menikmati permainan roller coaster, kereta api-kereta apian, kursi gila, atau sekedar mainkan mesin yang berhadiah boneka pun tak bisa. Harus ke Taman Impian Jaya Ancol yang jauh sekali dan tiketnya mahal bagi kakek dan nenekmu. Pada akhirnya, semua permainan itu bisa Mama cicipi meski hanya kejauhan. Dulu, tiap ada pasar malam, Mama harus puas cuma menyaksikan komidi...

Yuuuk bukber di Al Bazaar Hotel Harris Gubeng

Haaaaaaaaiiii....lama bingiiit gak apdet nih blog. So sori yes. Soalnya nih agak rempong, ribet dan saya terlalu lelah. Mungkin perlu piknik yang jaaaaauuuuhhhh biar gak jemuuuuuuuuuuu menunggu seorang kekasih. *nah kan gagal fokus Nah kebetulan nih ya dapat invitation dari Hotel Harris Gubeng Surabaya yang lagi bikin even Al Bazaar yang digelar di Harris Cafe di lantai lima hotel itu. Eh betewe nih hotel berada di kawasan Gubeng dan berdampingan dengan Hotel Pop. Jadi jangan salah masuk yes? Aku sih gak salah masuk, cuma sempet bingung naik lift dari parkiran motor kok masuk ke parkiran mobil. Kan aku belum punya mobil...sempet baper eh ternyata cuma ga liat belokan masuk ke lobi. Qiqiqiiqiqiqi... Nah di Harris Cafe ini seru banget suasananya. Di indoor cafenya bisa lihat pemandangan kota Surabaya yang jauuuh jauuuh sekale. Trus di sisi lain, ternyataaah cafe ini berada di areal kolam renang. Isshh adeeem deh rasanya. Taaaapiii lebih adem lagi pas lihat makanannya di Al Baza...

Resep Kue Kastengel ala Mashita

Hari ini, semangat bikin kue kembali membara. Apalagi, liat Ayun beberapa hari ini males makan. Uughh..apa ya yang bisa bikin dia mau masukin makanan, gak cuma susu doang ke dalam perutnya? Dua hari mikir, diputuskan untuk mengeluarkan kembali peralatan bikin kue. Plus beli alat cetakan kue. Rencananya adalah membuat kastengel. Daan googling googling googling ketemulah resep kastengel ala Ny. Liem. Ini dia resepnya: Bahan dan bumbu kue kastengel kejumoo kraft cheddar - 400 gram tepung terigu protein rendah - Butter cream atau mentega 250 gram - Margarin 50 gram - Keju craft cheddar 250 gram - Susu bubuk instan full cream 20 gram - Kuning telor 3 buah - Maizena 1 sendok makan Bahan olesan kastengel cake - Kuning telur ayam 2 butir Bahan taburan - Keju cheddar diparut 50 gram Cara membuat: 1. Campur butter, margarin dengan mixer sebentar saja. Lalu tambahkan susu bubuk full cream, maizena dan sebagian tepung terigu, lalu diaduk dengan kecepatan tinggi. 2. S...

pa..pa...pa....pa...pa...

Alhamdulillaaaah.... Itu kata saya ucapin ketika Ayun bisa mengucapkan kata pa pa pa pa pa Kerasa lebay sih...anak kecil memang harus bisa melafalkan kata-kata itu. Ketika usianya antara 9-11 bulan. Tapi Ayun baru melafalkan dengan jelas di usianya menginjak 18 bulan. Yap. Memang Ayun sudah divonis telat bicara oleh dokter spesialis di RS Graha Amerta Dr. Soetomo. Sedih...iya. Apalagi si dokter itu menekan saya sebagai ibunya, bahwa saya tak berusaha lebih keras. Bahwa meski tahu ibunya juga telat bicara - yang katanya bisa diturunkan ke anaknya - tak responsif segera mencegah berulangnya telat bicara yang saya alami. Duuuh duuh duuuh...aku sakiiiiit sakiiiitt. Rasanya ingin meraung-raung. MANA AKU TAU KALAU TELAT BICARA ITU GENETIK? Dan itu semua salahku?? Aaaaargghh rasanya ingin ku menjerit. Tapi aku redam. Waktu itu Ayun sangat gembira. Ia berlari kesana kemari di koridor rumah sakit. Dia juga salim dengan seorang dokter yang lewat kala itu. Selama diobservasi oleh ...

Peneliti ITS jadikan ikan gabus obat alternatif bagi penderita diabetes

Dua peneliti dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Dr Dewi Hidayati SSi MSi dan Sri Nurhalita berhasil memanfaatkan ikan gabus sebagai obat penyakit diabetes. Dewi Hidayati menjelaskan ketertarikan meneliti ekstrak ikan gabus berawal dari tingginya jumlah penderita diabetes di Indonesia. Berdasarkan penelitian berjudul Blueprint for Change, penderita diabetes di Indonesia tercatat mencapai 7,6 juta orang. Sebanyak 41 persen di antaranya tidak mengetahui kondisi kesehatannya dan 39 persen mendapatkan pengobatan. Sisanya, hanya 0,7 persen penderita diabetes yang mendapatkan pengobatan dengan tepat. Adapun Diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu jenis penyakit penyebab kematian tertinggi ke-6 di Indonesia. Kebanyakan penderitanya tidak sadar mengidap penyakit ini dikarenakan kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai gejala-gejala yang timbul. Selain itu, biaya pengobatan yang harus dikeluarkan juga terbilang mahal. "Ikan gabus merupakan salah satu jeni...