Skip to main content

Posts

Logika 'Gebyah Uyah' Susi Pudjiastutik

Sering kali, kita mendapat nasehat dari orang tua untuk 'gebyah-uyah' dalam menghadapi sebuah masalh. Khusus untuk Muslim, ada perintah Allah SWT yang memerintahkan agar kita meneliti setiap kabar yang sampai pada kita sehingga tidak memyebabkan musibah pada orang lain. Peringatan ini meminta kita jangan tergesa-gesa menuduh orang lain, apalagi yang berujung pada kerusakan atau kekerasan. Dan gelisah mendadak muncul setelah Presiden Joko Widodo melantik Susi Pudjiastutik sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan di Kabinet Kerja. Banyak pro dan kontra tapi komentar "Lebih baik bertato dan merokok tapi tidak korupsi, ketimbang BERJILBAB tapi korupsi" bikin saya menulis ini. Komentar "gebyah uyah" semacam ini tentu saja semacam kalap dan membabi buta menyamaratakan perempuan berjilbab sebagai koruptor. Seolah-olah, penampilan relijius hanya kedok untuk melakukan aktivitas memalukan. Yang bikin pilu, komen itu juga diamini oleh beberapa perempuan berjilbab la...

Menyusui Itu...

Setelah 42 minggu, alhamdulilah putri pertamaku lahir tanggal 22 September 2014 di RS BDH Surabaya. Persalinan menggunakan cara caesar karena air ketubanku sudah berkurang dan keruh. lagipula, ukurannya lumayan besar yaitu 3,6 kilogram. Rasanya legaaaaaaaaa bingits karena anakku akhirnya bisa lahir demgan selamat. Selama beberapa minggu jelang persalinan, gelisah menghampiri. Bisa lahir atau tidak, bisa melewati persalinan atau tidak, normal atau caesar. Ah....tapi itu semua sudah lewat. Anakku akhirnya lahir *wink wink wink* Tapi kelegaan sesaat saja. Kwkwkwk.... RS BDH memiliki program rawat bersama yaitu ibu dan anak dirawat di ruang yang sama dan yang merawat bukan suster melainkan ibu sendiri. Parahnya, aku nggak tahu!!!! Jadi sehari setelah melahirkan, bayinya diletakkan di kamarku dan perawatannya diserahkan padaku dan suami. Yang ini bikin keki setengah mati, suster/bidan gak ada yang mengajari aku gimana untuk menyusui. Mampus!! Kalo dari literatur yg aku baca, disu...

Bidan Jatim Cari Pemimpin

Jelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Pengurus Daerah (PD) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Jatim pada Juni 2014 mendatang, Tim Tujuh yang diketuai Roementahingsih, SPd, MMKes sudah selesai melakukan penyaringan calon ketua yang akan dipilih dalam musda nanti. Ada banyak kandidat yang mencalonkan diri untuk maju sebagai calon ketua PD IBI Jatim. Namun, Tim Tujuh akhirnya hanya meloloskan 15 orang yang dianggap memenuhi syarat yang ditentukan.“Pelaksanaan Musda PD IBI Jatim merupakan tindak lanjut dari amanah Kongres Ikatan Bidan Indonesia yang digelar di Jakarta beberapa waktu lalu,” kata Ketua IBI Jatim, Endang Sri Resmiati SH SST MMKes. Nama-nama calon ketua periode 2013-2018 ini sudah disosialisasikan kepada seluruh ketua IBI cabang kota dan kabupaten. Nantinya, mereka inilah yang akan meneruskan informasi ini kepada seluruh anggota melalui pengurus ranting. Hasil keputusan pengurus ranting selanjutnya disampaikan kepada ketua pengurus cabang. “Ketua pengurus cabang dan wak...

Saya dan Sinetron Catatan Hati Seorang Istri

Awal tulisan, saya mengaku terpicu kontempelasi mbak Nurul Rahmawati di blog pribadinya. Mungkin sedikit berbeda dengan mbak Nurul, saya punya pengalaman yang berbeda dengan mbak Nurul yang sedikit banyak menyelipkan dakwah dalam tulisannya. Saya belum berani. Hehehe. Sinetron Catatan Hati Seorang Istri (CHSI) dibuat berdasarkan novel Asma Nadia dengan judul yang sama, sedangkan untuk skenarionya ditulis Hilman Hariwijaya. Pemainnya adalah Dewi Sandra, Dewi Sandra, Ashraff Sinclair, Baim Wong, dan lain-lain. CHSI saya jadikan tontonan akhir-akhir ini, selain kisahnya yang down to earth, juga udah bosen banget ama sajian yang diberitakan oleh TVOne dan MetroTV (yang sekarang lagi ramai digeruduk salah satu pendukung capres). Singkat cerita sinetron ini mengisahkan kesabaran super duper Hanna (diperankan Dewi Sandra) menghadapi perselingkuhan suaminya, Bramantyo (Ashraff Sinclair) dengan Karin (Cut Meyriska). Saya bilang super duper sabar karena perselingkuhan suaminya harusnya t...

Main di Sosmed Mulai Gak Asyik

Media sosial (medsos) semakin dilirik untuk dijadikan ‘alat kampanye’ bagi tokoh, politisi, atau parpol yang ingin memenangkan pemilihan kepala daerah/pemilihan legislatif. Termasuk juga organisasi sosial atau korporasi yang sedang mengkampanyekan programnya. Dan pada akhirnya, ‘main’ di medsos hari-hari ini udah gak asyik lagi. Apalagi kalo bukan gara-gara perhelatan pemilihan presiden tahun ini. Menampilkan dua jago yaitu Prabowo Subianto – Hatta Rajasa dengan sabuk biru melawan Joko Widodo – Jusuf Kalla dengan sabuk merah. Jreng-jreng-jreng... Ruweeettt benerrrr yeee kalo baca status-status medsos, terutama di fesbuk maupun twitter – sayah punya akun di dua medsos ini. Pendukungnya saling menghujat dan menghujam serta mengumbar kata-kata cacian dan makin begitu lancar dan tanpa polisi tidur. Blung-blung-blung….nyeplos aja seenaknya mengumbar aib. Biasanya di awalnya ada tulisan, “Gw cuma sharing aja, sisanya silakan nilai sendiri.” Kalau ditegur, marah-marah dan ujung-ujungn...

Anehnya Jadi Ibu

Haloooo.... Mama menulis ini sedang asyik duduk, numpang ngadem di kantor lawas mama yaitu beritajatim.com. Dan waktu menulis ini, kamu masih di kandungan Mama berusia 13 minggu. Kakak - Mama memanggilmu kakak karena pengen punya adik - tau nggak gimana perasaan Mama sekarang? Hiihihihi...ibumu ini merasa menjadi orang paling aneh sedunia. Bukannya Mama tidak suka ada kamu, Kak. Tapi perasaan ini sering muncul dalam benak Mama tiap kali bercermin melihat diri sendiri dengan perut yang makin besar. "Bisa-bisanya ada sebuah janin, yang berkembang jadi bayi, lalu akan aku lahirkan ke dunia." Entah bagaimana rasanya melahirkan Kak...nanti Mama tuliskan rasanya jika kamu udah lahir di dunia. Back to the topic. Tiap kali lihat diri sendiri di cermin lalu mengelus-elus perut Mama, kadang membuat bibir Mama tersenyum sendiri. Lalu muncul kalimat lain, "Kok bisa ya aku hamil." Kakak tau tidak, Mama itu orangnya tomboi, teman-temannya banyak yang lelaki sampai-sampa...

Satu tahun itu...

Satu tahun itu singkat banget Tapi tidak sesingkat ketika menjalaninya Tidak semudah ketika membayangkannya Apalagi cuma dibicarakan dalam arena gosip Satu tahun itu tidak terasa Tapi momennya begitu banyak dan berwarna Terus belajar menjalani hidup berdua Bertahan dari segala serbuan rumah tangga Satu tahun itu masih begitu lemah Ibarat bayi, dia masih baru belajar berjalan Kadang jatuh, tapi tidak putus asa untuk tetap berjuang Dituntun lalu berdiri mandiri Satu tahun itu rasanya tetap luar biasa Fondasi untuk bisa menjalani kehidupan rumah tangga di tahun-tahun yang akan datang Hanya bisa berjuang sembari berdoa Semoga Tuhan mengabulkan impian kita untuk tetap bersama hingga akhir hayat Amin 31/3/2014