Skip to main content

Posts

Ibuku

Ibuku, wanita 56 tahun yang sudah pra menopause Wajah nyaris tak berkeriput, tubuh pun tak penuh lemak. Namun kaki sudah terseok melamban meski Ibuku tetap kuat ditinggal bapakku demi seorang lonte. Asu! Ibuku, sholat hanya bisa duduk Mencari makan dengan berdagang nasi. Bercahaya dengan mengaji. Ibuku tetap ceria bertemuku, selalu mengangkatku ke langit biru. Dan tetap kuat merawatku kala ku pilu. Ibuku tak butuh airmata buaya. Tak butuh dendam kesumat apalagi maaf yang lamat-lamat. Ibuku wanita kuat.

SEMANGAT SEMBUH!!

Curcol:Seminggu Bersama Typhus Udah seminggu aku lagi 'mesra' nih ama S.Parathypii B. Bukan manusia loh tapi bakteri penyebab tifus alias tipes. Yup....yup...finally kena juga penyakit sejuta wartawan itu. Hahaahah.... Well, secara singkat aku kelelahan yang teramat sangat karena tekanan darahku saat ditensi dokter cuma 90/80. Kata dokter sih itu kelelahan. (Kalo kata mas Iman D.Nugroho, penyakit Century kumat. xixixi). Awalnya kupikir cuma gejala tifus aja gitu soalnya dokternya juga bilang "Gejalanya kena tifus." Dokter bilang harus total bedrest. Yaudin....saya jawab o em ji a.k.a oh my god. Cant I? Ya bisa juga ternyata. Lah dikasih obat tidur kayaknya, tiduuuuurrr terus. Tapi yang namanya otak gak mau tidur, mikiiiiiir terus. Maksudnya update status di fesbuk gitu deh. Xixixiixixix. Banyak kawan yang menegur bahkan sedikit tak percaya kalo aku sakit karena tetap aja onlen di situs jejaring fesbuk, twitter or onlen buat chatting meski lagi sakit. Bahkan kemarin L...

Ambruk juga

enam bulan di jakarta, akhirnya aku sakit juga. harus bedrest 3 hari gara-gara panas dua hari plus tekanan darah yang rendah 80/90. Padahal, kalo ngikutin siklus tubuh sih seharusnya udah ambruk sejak tahun kemarin. Ternyata enggak dan baru sekarang. Hiks....hiks.... Kecurigaan utama penyebabnya adalah meliput pansus angket kasus Bank Century selama 4 bulan terus menerus. Untungnya, di hari penentuan alias voting, aku masih bisa ngikutin hawanya. Tapi gak lama kemudian baru sakit. Jadi antara berkah ama musibah juga sih. Puff..... Istirahat 3 hari kira-kira ngapain ya?

Paripurna Century Ricuh

Jakarta – Paripurna DPR RI tentang laporan akhir Pansus Hak Angket Kasus Bank Century, Selasa (2/3), ricuh. Kericuhan terjadi ketika Ketua DPR Marzuki Alie tiba-tiba menutup rapat paripurna. Padahal, sebagian anggota DPR menginginkan hari diambil keputusan dan voting terkait Pansus Century. Voting sendiri memilih dua opsi. Opsi pertama menyatakan bail out tak bermasalah karena untuk mencegah krisis. Opsi kedua menyatakan bailout bermasalah. Sebelum terjadi kericuhan, paripurna berlangsung panas dengan hujan interupsi. Interupsi diawali anggota fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo yang mengingatkan Ketua Pansus Idrus Marham bahwa telah ada kesepakatan pengambilan keputusan dilaksanakan hari ini. ’’Sudah ada kesepakatan di pansus bahwa tidak perlu ada pembacaan pandangan fraksi dan segera diambil keputusan,’’ ujarnya. Hal itu memancing interupsi anggota lain. Mereka berteriak dan berdiri menyampaikan interupsi. Anggota Fraksi PDIP Aryo Bima juga berpendapat pandangan fraksi sudah ...

Stress Sistemik

Sistemik.... Kata ini tiba-tiba saja populer dalam tiga bulan terakhir. Ya apalagi kalau bukan karena Pansus Angket Kasus Bank Century DPR RI yang membahas mengenai dugaan skandal penyelamatan bank yang dimiliki Robert Tantoelar itu. Kalimat tepatnya adalah bank gagal berdampak sistemik. Secara global artinya adalah kegagalan bank yang bisa berdampak meluas ke sistem perbankan. Bank Century dianggap gagal, karena tidak mampu memenuhi rasio likuiditasnya. Berdampak sistemik, karena kejatuhan dia bisa mengancam sistem perbankan Indonesia yang rawan karena adanya krisis ekonomi global. Maka diselamatkanlah Bank Century itu dengan mengucurkan dana Rp 6,7 triliun. WOW!!! Yang jadi masalah, proses pengucuran itu diduga bermasalah. Mulai dari perubahan Peraturan Bank Indonesia, Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung kilat serta rapat KSSK yang berlangsung hingga dini hari memang patut mengundang kecurigaan. Belum lagi di dalam internal bank sendiri juga terjadi praktek yang diduga ...

Surat Cinta untuk Shireen Sungkar

Assalamualaikum Wr. Wb. Ini saya dapat dari postingan M. Aan Mansyur di http://pecandubuku. blogspot. com. Sebuah surat cinta dari seorang yang tinggal di Lorwembun, Kepulauan Maluku, untuk bintang sinetron Shireen Sungkar. Semoga bermanfaat. ------------ --------- --------- -------- Surat Cinta buat Shireen Sungkar Sun 2:11pm DALAM pelajaran sastra di sekolah, bukan penyair atau pengarang yang ditanyakan guru, tapi nama-nama pemain sinetron. Karena itulah, saya mengirim surat ini padamu, Shireen. *** RUANG guru. Pukul 11.00. Seorang membacakan sebuah kalimat kepada seorang lain yang duduk di depan mesin ketik tua. *Sebutkan nama-nama pemeran sinetron Cinta Fitri!* Perempuan yang duduk di depan mesin ketik itu meminta diulangi. Perempuan di dekatnya mengulangi. Lebih pelan. Kata per kata. "Sebutkan-nama- nama-pemeran- sinetron- Cinta-Fitri. "Tanda seru," kata perempuan itu mengakhiri kalimatnya. Shireen, adegan itu tidak diambil dari sebuah sinetron. Adegan itu saya sa...

Tahukah kau?

Tahukah kau? Aku tidak butuh bulan bundar benderang Diatas langit beledu hitam bersemat bintang Aku tidak butuh petikan gitar dan desahan merdu membelai telinga Ditepi danau perak di sore sepoi merona Aku tidak butuh memejam mata untuk menghidupkan mimpi terindah Hanya kau semata, dan aku pun sempurna... *mengutip puisi seorang kawan