Skip to main content

Posts

SBY Mutlak di Jatim

Kamis, 9 Juli 2009 | 13:58 WIB www.surabayapost.co.id Perolehan suara capres incumbent di Jawa Timur melampau target tim kampanyenya SURABAYA–Suara pasangan capres-cawapres Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono melampaui target. Total suara berdasarkan hasil quik qount Partai Demokrat (PD) Jatim, SBY-Boediono mendapatkan 60% dari total jumlah pemilih di Jatim. Angka itu melebihi target minimal yang ditargetkan DPD PD Jatim yaitu 54%. ’’Hasil quik count itu diperoleh dari data dari semua daerah di Jatim, data itu membuktikan pilpres di semua daerah di Jatim pasangan SBY-Boediono menang mutlak,” kata Arif Afandi, ketua Koordinator Daerah DPD PD Jatim si Surabaya, Kamis (9/7). Arif yang juga Wakil Walikota Surabaya itu mengatakan, hasil quik count 60% harus dibuktikan dengan hasil real count KPU Jatim. Namun, hasil quik count ama dengan hasil pantauan para tim sukses SBY-Boediono, yakni mencapai 60% untuk kemenangan capres yang diusung PD bersama 24 parpol tersebut. Surab...

Jacko Meninggal

Jumat, 26 Juni 2009 | 13:16 WIB www.surabayapost.co.id LOS ANGELES – Raja pop dunia Michael Jackson meninggal dunia, Kamis siang (25/6), waktu Amerika (Jumat pagi WIB) karena diduga mengalami gagal jantung. Penyanyi yang ngetop di dekade 1980-an itu meninggal di usia 50 tahun. Jackson sudah dalam keadaan koma ketika tim darurat medis tiba di kediamannya di Bel-Air, Los Angeles, sekitar pukul 12.30 waktu setempat. Tim medis datang setelah menerima panggilan darurat 911 dari keluarga Michael. Los Angeles Times melaporkan petugas paramedik mencoba memberikan pertolongan pertama dengan cara cardiopulmonary resuscitation (CPR) namun tidak berhasil. Jacko—panggilan akrabnya—pun segera dibawa dengan ambulan Fire Department LA ke UCLA Medical Center yang berjarak sekitar 6 menit perjalanan, atau 2 mil, dari rumah sewaan itu. Jackson dikabarkan mengontrak rumah mewah bertarif 100 ribu dollar AS per bulan ini untuk latihan khusus menjelang perhelatan konser (Show 50) yang bakal j...

2 Juta DPT Pilpres Bodong (??)

Dua Juta Lebih Pemilih Diduga Fiktif * KPU Jatim Pilih No Comment SURABAYA – Indikasi adanya penyelewengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) tampaknya semakin nyata. Setidaknya, hal ini selaras dengan temuan dari Pemuda Pancasila yang menemukan 2 juta lebih pemilih dalam pilpres yang diduga fiktif. Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Jatim melansir setidaknya ada 2.160.031 pemilih yang diduga fiktif. Penasehat Tim Investigasi PP Jatim, Sam Abede Pareno mengatakan temuan ini berdasarkan penelusuran panjang timnya sejak pemilihan gubernur (pilgub) usai digelar. ’’Kami bekerja siang malam dan berhasil mengidentifikasikan jutaan pemilih yang diduga fiktif,’’ katanya, Kamis (17/6). Namun dalam penelusuran selama berbulan-bulan, baru 33 kabupaten/kota yang sudah berhasil diverifikasi data daftar pemilihnya. Yang paling banyak angka pemilih yang diduga fiktif adalah Kabupaten Jember sebanyak 424.878 orang. Menyusul kemudian, daerah Malang sebanyak 315.1423 orang dan Sampang sebany...

Warna Warni Warna yang Tak Lagi Berwarna

Warna menjadi hal yang sangat indah seperti pelangi. Ciptaan Tuhan ini memiliki tujuh warna yang dikompilasi dan mengesankan kisah romantis dikala hujan usai merintik. Warna juga seringkali jadi acuan bagi para fashion designer ketika merancang busana terbarunya. Bahkan di dunia mode,warna menjadi sangat penting dan membuat tren dunia. Warna juga dimaknai sebagai sifat seseorang. Ada pula yang menggunakannya untuk terapi kesehatan karena dianggap memiliki aura tertentu. Bahkan ada pula yang memanfaatkan warna untuk dimaknai jalan asmara seseorang. Tapi yang paling maknyussss adalah warna kerap kali diklaim menjadi milik golongan tertentu (a.k.a parpol) sebagai miliknya. Salah satu contoh yang paling baru yang saya alami sendiri adalah saat berkenalan dengan seorang caleg di Facebook. Dilihat dari foto profilnya dan pengakuan dari yang bersangkutan, caleg tersebut tampaknya berasal dari PDI Perjuangan. Tentu saya tidak berkeberatan berkenalan dengan caleg tersebut. (Biasanya) Me...