Skip to main content

Posts

Met Lebaran yah Mohon Maaf Lahir Batin

Taqobbalallaahu minnaa wa minkum Ja’alanaallaahu wa iyyaakum Minal ‘aaidina wal faaiziina Kullu ‘aamin wa antum bi khoirin

A half day at Tunjungan Plaza

A new record has been created!! It’s the first time for me to be at mall for almost six hours 2 pm untill 8 pm! Ceritanya adalah kemarin Senin (22/9) ane kan lagi libur tuh, jatah piket kuambil hari itu juga soalnya pegeeeelll banget dah kemarin liputannya. Aduh..aduh..aduh...rasanya Minggu (21/9) kemarin teh isinya kepengen nangis ajah. Udah puasa,panas pisan. So..so..so maka akhirnya aku ambil libur di hari Senin itu. Karena libur, ya...bangun siang gitu deh. Well, sebenernya gak siang juga sih. Itu emang jam bangun tidurku, yaitu setengah sembilan. It’s a normal time for me to wake up. Since work at Surabaya Post, i have to wake up at leas 6.30 am! What a hard work :D Pagi-pagi gw dah cuci-cuci baju yang dah menumpuk di keranjang baju. Hmm...mencuci merupakan salah satu kegiatan rutin favoritku. Yang paling gak tahan adalah setelah baju kering aku harus seterika. Kok bisa? Ya seterika kan harus mulus dong, rapi gitu loh. Tapi susah juga apalagi kalau seterikaanya kepanasan, b...

Hayooo....wartawan BODONG atau beneran nih??

Ada cerita menarik dari Batam perihal penangkapan wartawan KPK atas perintah bupati Natuna Daeng Rusnadi. Wartawan itu diduga adalah wartawan bodong karena mencatut nama KPK. Sayang ceritanya tidak komplit karena saya sendiri juga mendapatkannya tidak lengkap juga. mungkin kawan-kawan ada yang punya cerita lengkapnya. Tapi ya kalo dipikir-pikir, si wartawan, tepatnya si pemilik koran kok yo nekad. Kenapa menggunakan kata-kata KPK - meski kepanjangannya Koran Pemantau Korupsi. Mungkin meniru program Trans TV yang bikin program KPK - Kumpulan Perkara Korupsi -Tetap aja nama besar KPK membuat orang keder, kalau tidak bijaksana dalam menggunakan nama sakti ini kan jadi alat wartawan bodong (aku gak tau apakah wartawan koran KPK itu bodong atau enggak) untuk memeras nara submer. Mungkin bupati Natuna emoh dibodohi apalagi diperas oleh mereka. weleh...weleh...aya-aya wae nya'. istighfar dulu ah. Wartawan KPK dan Infonusantara Ditangkap di Natuna BATAM (BP) - Penangkapan terhadap wartawa...

What Makes Men Fall in Love

Guys have four primal relationship desires that are sometimes sated by the tiniest of dating moves by you. Here, experts explain with examples so you can put these dating insights to use when your guy is at the brink. The Desire: To Protect Believe it or not, the so-called stoic sex is hardwired to nurture. Sheltering you from harm makes him feel studly, which makes him feel good. "Not that you should act helpless, but letting him see your vulnerable side will bring him closer because it unlocks his instincts to take care of you," says David Givens, PhD, author of "Love Signals." So give him chances to take charge, and thank him after he does. When a guy associates you with feeling like Superman, of course he'll want to couple up. These little things can draw out his hero side. Give him a job . Ask him to fix or build you something. Performing concrete tasks is a way of bonding that enhances his sense of success. Ask his opinion. Whether it's about ...

Sweet Dream and A Nice Day

Nice Day? ya dibilang hari yang cerah boleh juga. hari yang indah, boleh juga. Soalnya Jumat kemarin matahari bersinar terang dan angin juga sepoi-sepoi. Panas sih tapi terserah yang baca sih. Yang jelas, Jumat (5/9) kemarin liputanku lumayan banyak. Pagi-pagi aku dah ke SD Al Azhar Syifa Budi di daerah Sidosermo.Awalnya aku minta tolong ke fotografer untuk mengambil foto kegiatan sekolah ini. Gak datang-datang, akhirnya aku motret sendiri deh. Bete! Trus aku ke dinas pendidikan di Jagir. Disana ternyata lagi rame, gak tau apaan. Tingak-tinguk aku ke ruangan pak Dakah. Ternyata disana lagi ada kepala sekolah PGRI yang lagi minta kebijakan dinas lagi. Bikin bete, pak Dakah itu malah kasih instruksi ke aku. "tulis..ya...tulis ya berita ini" Eh emang siapa dia, nyuruh-nyuruh aku nulis berita. HUH! Ya udah. Setelah puas berliputan, kutinggal aku pun mengetik berita. Tiba-tiba aku kelaparan. Hmm...ini tidak bisa dibiarkan. Aku pun mencari makan dan memutuskan menelepon M...

Ayo Lestarikan Bahasa Jawa

Program Java Day yang diluncurkan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya Januari lalu ternyata lebih banyak diminati sekolah swasta Tionghoa. Bahkan, sejumlah sekolah Tionghoa secara khusus memberikan pelajaran kesenian tradisional Jawa kepada para siswanya. ”Sekolah swasta Tionghoa malah lebih aktif melaksanakan program Java Day,” kata Kepala Dispendik Kota Surabaya, Sahudi, Rabu (3/9) siang tadi. Dia lalu mencontohkan sejumlah sekolah yang mengajarkan budaya tradisional Jawa ke siswanya, antara lain SD Santa Agnes, SMP Margie, dan Yayasan Pengembangan Pendidikan Indonesia (YPPI) 1 Dharmahusada serta beberapa sekolah Petra. Dia mengakui program ini kurang mendapat respon dari sekolah negeri. Meski demikian dia tetap akan meneruskan program ini di sekolah Surabaya. ”Memang masih belum tertata secara bagus. Tapi nanti akan kita lihat gregetnya seperti apa dan akan kita perbaiki kekuranganya. Dalam waktu dekat akan ada sosialisasi lagi bahasa Jawa di ruang Walikota,” kata Sahudi. Sup...

Catatan Andy F.Noya

LENTERA JIWA Banyak yang bertanya mengapa saya mengundurkan diri sebagai pemimpin redaksi Metro TV. Memang sulit bagi saya untuk meyakinkan setiap orang yang bertanya bahwa saya keluar bukan karena ¡pecah kongs dengan Surya Paloh, bukan karena sedang marah atau bukan dalam situasi yang tidak menyenangkan. Mungkin terasa aneh pada posisi yang tinggi, dengan power yang luar biasa sebagai pimpinan sebuah stasiun televisi berita, tiba-tiba saya mengundurkan diri. Dalam perjalanan hidup dan karir, dua kali saya mengambil keputusan sulit. Pertama, ketika saya tamat STM. Saya tidak mengambil peluang beasiswa ke IKIP Padang. Saya lebih memilih untuk melanjutkan ke Sekolah Tinggi Publisistik di Jakarta walau harus menanggung sendiri beban uang kuliah. Kedua, ya itu tadi, ketika saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari Metro TV. Dalam satu seminar, Rhenald Khasali, penulis buku Change yang saya kagumi, sembari bergurau di depan ratusan hadirin mencoba menganalisa mengapa saya keluar da...