Skip to main content

Posts

Mesra Sampe Tua

Kalau yang lain memilih 'Menjadi Keluarga Sakinah Mawaddah wa Rahmah' maka kami memilih tagline 'Mesra Sampe Tua' dalam membangun keluarga kecil kami. Hal yang simple kenapa kami memilih hal ini. Tentu saja, kami ingin kami berdua tetap mesra hingga mati memisahkan.  Banyak yang melatari kenapa kami menginginkan hal tersebut. Saya, seorang perempuan yang awalnya adalah anak perempuan yang sangat bahagia dengan kedua orang tuanya mendadak dikejutkan dengan sebuah kenyataan kalau orang tua ternyata tidak bahagia. Teguh, meski tidak sampai broken home, juga mengalami hal yang mirip. Mesra sampai maut memisahkan kami, adalah salah satu cara kami. Oh tidak.  Kami bukan dibutakan oleh cinta atau asmara seperti yang di sinetron-sinetron atau dongeng-dongeng. Juga tidak mengharapkan sebuah keluarga sempurna. Tidak. Tidak ada yang sempurna di dunia ini. Kami cuma sepasang kekasih yang jatuh cinta dan menginginkan hidup bahagia. Terserah untuk setuju atau tidak setuju.  ...

Mengapa Butuh ASURANSI ?

Apa yang terpikir ketika mendengar kata ASURANSI ? Dulu, mendengar kata ini, langsung terpikir mengenai bisnis pembohongan jamaah sebuah perusahaan terhadap masyarakat. Saya harus berani jujur pada diri sendiri meski akhirnya sekarang saya ikut-ikutan berkecimpung di bisnis ini.   AWALNYA, saya   mengira pemikiran semacam itulah yang sesungguhnya terjadi dalam bisnis asuransi.    Ternyata TIDAK.  Memang ada unsur mengambil keuntungan. Wajar. Namanya juga bisnis, namanya juga perusahaan...pastilah mengambil untung. Namun, manfaat asuransi baru saya rasakan setelah saya opname di Jogja International Hospital. Dalam diagnosa, dokter   mengatakan asam lambung saya naik   tinggi yang kemungkinan dipicu oleh stress yang berkelanjutan.  Setelah bla-bla-bla dan tidur semalaman, saya terkejut ternyata kantor media tempat saya bernaung menolak untuk memberikan bantuan pengobatan. Padahal yang membawa ke rumah sakit itu bukan atas k...

Big Girls don't Cry?

Setelah menikah, tentu semua orang kebanyakan ingin punya anak entah lelaki atau perempuan. Terserah, yang penting sehat. Dan harapan itu ada di benakku. Sebagai perempuan normal dan sehat, aku mengira kalau aku akan bisa hamil dan melaluinya dengan baik. Kabar baik itu datang dengan tidak sengaja ketika nenekku dari jalur ibu meninggal dunia setelah dirawat satu bulan di rumah. Kuakui, kala itu sudah curiga dengan diri sendiri yang sudah satu bulan lebih tidak datang bulan. Tapi di sisi lain, aku akui takut untuk berharap kalau aku sedang mengandung karena di bulan-bulan sebelumnya ternyata cuma masuk angin.  Tatkala nenek meninggal dunia, aku adalah orang yang paling sibuk saat itu. Ambil bantal, ambil selimut, ambil minyak kayu putih, bikin teh anget dan lain sebagainya. Menjelang ujung pemandian jenazah, aku merasa ada yang basah. Aku mengira jika akhirnya datang bulan dan kusampaikan pada suamiku. Dia bilang, "Alhamdulillah". Tapi besok paginya, saat aku cek t...

Mukena Bali Rempel

Bali memiliki cuaca yang panas hal ini mempengaruhi trend fashion yang ada di Bali dimana hampir seluruh produk fashion di Bali menggunakan bahan RAYON yang ringan dan dingin sehingga nyaman digunakan pada cuaca panas. Selain Bahan Rayon yang nyaman, motif bunga bunga yang segar dan cerah menjadi salah satu ciri khas corak kain rayon Bali, lihat saja kain pantai yang warna warni dengan motif bunga bunga yang cantik seperti jepun, bunga sepatu, anggrek dan lain sebagainya. ciri khas ini lah yang di gunakan oleh kebanyakan home indrustri di Bali untuk membuat Mukena sehingga tampillah Mukena warna warni dengan motif bunga segar dan warna warna cerah meramaikan pasaran Mukena di Indonesia, model inilah yang pada akhirnya di sebut sebagai MUKENA BALI, Mukena Ciri Khas dari Bali dengan Bahan Rayon yang Ringan dan dingin dengan motif cantik dan warna yang segar sehingga dapat menjadi alternatif pilihan dari mukena mukena yang sudah ada dipasaran. Silahkan dilihat lih...

Sepuluh Langkah Menjemput Rezeki

 Banyak jalan yang bisa ditempuh untuk menjemput rezeki. Berikut sepuluh diantaranya.. 1. Taqwa “Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya,” (QS ath-Thalaq: 2-3). 2. Tawakal Nabi s.a.w. bersabda: “Seandainya kamu bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, nescaya kamu diberi rezeki seperti burung diberi rezeki, ia pagi hari lapar dan petang hari telah kenyang.” (Riwayat Ahmad, at-Tirmizi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, al-Hakim dari Umar bin al-Khattab r.a.) 3. Shalat Firman Allah dalam hadis qudsi: “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang (solat Dhuha), nanti pasti akan Aku cukupkan keperluanmu pada petang harinya." (Riwayat al-Hakim dan Thabrani) 4. Istighfar "Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirim-kan hujan kepadamu de...

"Surat Cinta" Century

Kompas, 10 Januari 2012 Gerimis pada awal 2012 belum mampu mendinginkan polemik penalangan Century yang terjadi hampir empat tahun lalu. Sepenggal pidato Presiden SBY satu hari pascahasil angket Century mulai dipertanyakan lantaran tiga surat mantan Menteri Keuangan dan Ketua KSSK. ”Sekali lagi, saat pengambilan keputusan itu saya sedang berada di luar negeri. Saya memang tidak dimintai keputusan dan arahan….” Itulah kutipan transkripsi pidato Presiden Yudhoyono di Istana Negara, 4 Maret 2010, yang tertulis di laman http://www.presidensby.info . Di sana, Presiden bilang, ketika kebijakan bailout diambil, SBY mengikuti KTT G-20 di Amerika Serikat dan APEC di Peru. Masih di pidato yang sama, dikatakan, berdasarkan Perppu Nomor 4 Tahun 2008 tentang Jaring Pengaman Sistem Keuangan (JPSK), pengambilan keputusan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) tidak butuh keterlibatan Presiden. Tentu tidak berlebihan jika saya memaknai pidato itu bahwa salah ataupun benar kebijaka...

Hebohnya Ngulek Rujak Uleg

Festival Rujak Uleg kembali digelar ketujuh kalinya untuk memperingati   perayaan HUT Kota Surabaya ke-720. Festival ini diikuti lebih dari 1.225 orang dan memadati kawasan Kya-kya di Jalan Kembang Jepun, Minggu (12/5).  Peserta festival sendiri sangat menarik perhatian dengan aneka kostum. Ada yang menjadi raksasa, putri raja bahkan ada yang menggunakan pakaian bola lengkap dengan aksesoris bola-bola di kepala.  Totalitas peserta  nguleg bersama dengan berbagai kostum dan gaya membuat festival ini heboh cetar membahana tiada terkira. Ekspatriat butuh tenaga ekstra <i>nguleg</i> Festival rujak uleg tahun ini, ada 144 tamu kehormatan yang ikut jadi peserta. Ratusan tamu kehormatan diantaranya, Konsulat Jenderal Amerika Serikat maupun pelajar asing yang sedang melakukan pertukaran pelajar.  Katarina, seorang mahasiswi asal Slovakia terlihat antusias saat mengolah bumbu rujak. "Sangat senang sekali bisa ikut dalam kegiatan seperti ini...